
Tarbiyyah Dzatiyyah itu lebih mampu mengadakan perubahan
Setiap orang pastu punya aib, atau kekurangan, atau melakukan kelalaian dan maksiat, baik maksiat kecil atau dosa. Jika masalahnya seperti itu, ia perlu memperbaiki seluruh sisi negatif pada dirinya sejak awal, sebelum sisi negatif tersebut membengkak. Dan seseorang tidak dapat meluruskan kesalahan-kesalahannya, atau memperbaiki aib-aibnya, dengan sempurna dan permanen jika ia tidak melakukan upaya perbaikan ini, dengan Tarbiyyah Dzatiyah, kerana ia lebih tahu diri sendiri dan rahsianya. Jika ia menginginkan pembinaan dirinya, ia juga lebih mampu mengendalikan dirinya menuju manhaj tertentu, perilaku utama, dan gerakan yang bermanfaat.
Tarbiyyah Dzatiyyah adalah sarana tsabat dan istiqamah
Setelah bimbingan Allah ta'ala, Tarbiyyah Dzatiyah adalah sarana pertama, yang membuat orang Muslim mampu tsabat di atas jalan iman dan petunjuk, hingga akhir kehidupannya. Tarbiyyah Dzatiyyah juga garis pertahanan terdepan dalam melawan beragam fitnah dan bujuk rayu, yang menyerang orang Muslim pada zaman dewasa ini dan membujuknya dengan deras untuk menyimpang, gugur, loyo, malas, merasa takut akan masa depan, dan putus asa dengan realitas sekarang. Di aspek ini, perumpamaan Tarbiyah Dzatiyah ialah seperti pohon, yang jika akar-akarnya menancap kuat di bumi, maka pohon tersebut tetap kokoh, kendati terkena angin dan badai.
-petikan dari Tarbiyah Dzatiyah, Abdullah bin Abdul Aziz Al- Aidon
Besar benar kepentingan Tarbiyah Dzatiyah ini mendidik kita. Saat kita lama tidak berusrah, lama tidak mendengar tazkirah, lama tidak ke program dan sebagainya, lantas Tarbiyah Dzatiyah lah yang menguatkan kita untuk terus tsabat dan istiqamah. Alasan2 tadi bukan lagi alasan kukuh untuk kita terus futur dan futur..
Bagaimana para sahabat masih lagi kukuh iman mereka walaupun mereka berjauhan dengan Rasulullah? Contohnya rombongan Jaafar b Abu Talib yang berhijrah ke Habsyah tanpa Rasulullah. Tempohnya bukan seminggu dua. Lama sehingga berbulan-bulan. Rasulullah tiada bersama mereka untuk mentarbiyah mereka, tapi mereka ada tarbiyyah dzatiyah yang kuat untuk terus mendidik iman mereka.
Mungkin inilah rahsia Islam berkembang. Para sahabat melatih diri mereka sendiri untuk membangunkan potensi masing-masing semaksima dan seideal mungkin. Ia memerlukan usaha sendiri untuk itu! Tsabat dan istiqamah....
Menghitung hari untuk pulang ke tanah air. Gembira dan tidak sabar. Tapi jaauh di sudut hati, ada keribu kerisauan. Harapnya sang iman mampu bertahan kekuatan Tarbiyah Dzatiyahnya. Tak mahu lagi 'kekeringan' berulang lagi seperti pengalaman lepas.
Kebimbangan apa lagi yang lebih mustahak melainkan bimbangnya jika hati terasa jauh dari Allah.
Moga tarbiyyah dzatiyah memandu hati dan iman dengan lebih cekap kali ini...insyaAllah
Ramadhan pun bakal menjengah. Harap engin yang tengah panas tak menyejuk ditengah jalan...
Salam Ramadhan!
No comments:
Post a Comment