Showing posts with label saya suka baca buku. Show all posts
Showing posts with label saya suka baca buku. Show all posts

Tuesday, July 12, 2011

Tarbiyyah Dzatiyyah!



Tarbiyyah Dzatiyyah itu lebih mampu mengadakan perubahan

Setiap orang pastu punya aib, atau kekurangan, atau melakukan kelalaian dan maksiat, baik maksiat kecil atau dosa. Jika masalahnya seperti itu, ia perlu memperbaiki seluruh sisi negatif pada dirinya sejak awal, sebelum sisi negatif tersebut membengkak. Dan seseorang tidak dapat meluruskan kesalahan-kesalahannya, atau memperbaiki aib-aibnya, dengan sempurna dan permanen jika ia tidak melakukan upaya perbaikan ini, dengan Tarbiyyah Dzatiyah, kerana ia lebih tahu diri sendiri dan rahsianya. Jika ia menginginkan pembinaan dirinya, ia juga lebih mampu mengendalikan dirinya menuju manhaj tertentu, perilaku utama, dan gerakan yang bermanfaat.

Tarbiyyah Dzatiyyah adalah sarana tsabat dan istiqamah

Setelah bimbingan Allah ta'ala, Tarbiyyah Dzatiyah adalah sarana pertama, yang membuat orang Muslim mampu tsabat di atas jalan iman dan petunjuk, hingga akhir kehidupannya. Tarbiyyah Dzatiyyah juga garis pertahanan terdepan dalam melawan beragam fitnah dan bujuk rayu, yang menyerang orang Muslim pada zaman dewasa ini dan membujuknya dengan deras untuk menyimpang, gugur, loyo, malas, merasa takut akan masa depan, dan putus asa dengan realitas sekarang. Di aspek ini, perumpamaan Tarbiyah Dzatiyah ialah seperti pohon, yang jika akar-akarnya menancap kuat di bumi, maka pohon tersebut tetap kokoh, kendati terkena angin dan badai.

-petikan dari Tarbiyah Dzatiyah, Abdullah bin Abdul Aziz Al- Aidon






Besar benar kepentingan Tarbiyah Dzatiyah ini mendidik kita. Saat kita lama tidak berusrah, lama tidak mendengar tazkirah, lama tidak ke program dan sebagainya, lantas Tarbiyah Dzatiyah lah yang menguatkan kita untuk terus tsabat dan istiqamah. Alasan2 tadi bukan lagi alasan kukuh untuk kita terus futur dan futur..

Bagaimana para sahabat masih lagi kukuh iman mereka walaupun mereka berjauhan dengan Rasulullah? Contohnya rombongan Jaafar b Abu Talib yang berhijrah ke Habsyah tanpa Rasulullah. Tempohnya bukan seminggu dua. Lama sehingga berbulan-bulan. Rasulullah tiada bersama mereka untuk mentarbiyah mereka, tapi mereka ada tarbiyyah dzatiyah yang kuat untuk terus mendidik iman mereka.

Mungkin inilah rahsia Islam berkembang. Para sahabat melatih diri mereka sendiri untuk membangunkan potensi masing-masing semaksima dan seideal mungkin. Ia memerlukan usaha sendiri untuk itu! Tsabat dan istiqamah....






Menghitung hari untuk pulang ke tanah air. Gembira dan tidak sabar. Tapi jaauh di sudut hati, ada keribu kerisauan. Harapnya sang iman mampu bertahan kekuatan Tarbiyah Dzatiyahnya. Tak mahu lagi 'kekeringan' berulang lagi seperti pengalaman lepas.

Kebimbangan apa lagi yang lebih mustahak melainkan bimbangnya jika hati terasa jauh dari Allah.


Moga tarbiyyah dzatiyah memandu hati dan iman dengan lebih cekap kali ini...insyaAllah

Ramadhan pun bakal menjengah. Harap engin yang tengah panas tak menyejuk ditengah jalan...

Salam Ramadhan!

Saturday, June 4, 2011

Barangkali, sebab utama problem tidak merasa berdosa pada orang tertentu ialah kerana akrab dengan kemungkaran, sebab terlalu sering dikerjakan.

Hal ini persis dengan keakraban kita dengan makhluk-makhluk Allah yang besar, seperti langit, apa saja yang ada di atasnya, sebab kita sering melihatnya. Kita baru merasa heran saat mendengar seseorang mandarat di bulan. Kita juga langsung heran ketika ada temua-temuan baru. Tapi, kita lupa pasal sesuatu yang lebih hebat dari temuan-temuan manusia, macam langit tanpa tiang, burung yang berterbangan, salji yang turun dari langit.... sebab kita terbiasa melihat makhluk-makhluk Allah itu.

Dosa-dosa juga seperti itu jika terlalu sering dikerjakan. Hati menjadi akrab dengannya dan tidak lagi memungkirinya.

Inilah yang paling ditakutkan Abu Al-Hasan Az-Zayyat rahimahullah. Ia berkata, " Demi Allah, aku tidak peduli dengan banyaknya kemungkaran dan dosa. Yang paling aku takutkan ialah keakraban dosa. Sebab, jika sesuatu dikerjakan dengan rutin, maka jiwa menjadi akrab dengannya dan jika jiwa telah akrab dengan sesuati maka jiwa jarang tidak terpengaruh dengannya."

-petikan dari Taujih Ruhiyah, Pesan-pesan spiritual penjernih hati, Abdul Hamid Al-Bilali




Moga Allah sentiasa memelihara kita daripada akrab dengan dosa walaupun dosa itu hanya kecil. Sehebat-hebat ketenangan jiwa adalah bila kita kembali kepada Allah dan sentiasa berzikir kepadanya.

"ala bizikrillahi tat-mainnul qulub"
"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram"
Ar-rad,28

langkah-lagkah dakwah ke jalan Allah

Langkah dakwah pertama ialah anda harus punya 2 sikap utama:

1. meyakini kewajiban dakwah kepada Allah taala dan urgensinya

2. punya keinginan yang kuat untuk menyampaikan Islam kapada orang lain.

Jika anda tidak punya kepekaan dan keyakinan, maka langkah-langkah anda akan terganjal, sebab anda tidak punya motivasi kuat untuk melakukan tugas ini.

-petikan dari Bekalan Dakwah Akhwat, Haidar Quffah


Semangat juga penting untuk menggerakkan kaki kita untuk berdakwah. tapi terlebih semangat juga tak elok, nanti cepat pula pancitnya...yang terbaik itu ialah dengan beristiqamah dengan apa yang ada.Beristiqamah dengan apa yang kita faham. Bukan berlagak seperti kita dah tahu semua benda bila padahal kita sebenarnya baru 'melangkah setapak kaki'.

Mohon dengan sangat supaya hati ini sentiasa beristiqamah dengan jalan yang ku pilih ini.ameen..