
Barangkali, sebab utama problem tidak merasa berdosa pada orang tertentu ialah kerana akrab dengan kemungkaran, sebab terlalu sering dikerjakan.
Hal ini persis dengan keakraban kita dengan makhluk-makhluk Allah yang besar, seperti langit, apa saja yang ada di atasnya, sebab kita sering melihatnya. Kita baru merasa heran saat mendengar seseorang mandarat di bulan. Kita juga langsung heran ketika ada temua-temuan baru. Tapi, kita lupa pasal sesuatu yang lebih hebat dari temuan-temuan manusia, macam langit tanpa tiang, burung yang berterbangan, salji yang turun dari langit.... sebab kita terbiasa melihat makhluk-makhluk Allah itu.
Dosa-dosa juga seperti itu jika terlalu sering dikerjakan. Hati menjadi akrab dengannya dan tidak lagi memungkirinya.
Inilah yang paling ditakutkan Abu Al-Hasan Az-Zayyat rahimahullah. Ia berkata, " Demi Allah, aku tidak peduli dengan banyaknya kemungkaran dan dosa. Yang paling aku takutkan ialah keakraban dosa. Sebab, jika sesuatu dikerjakan dengan rutin, maka jiwa menjadi akrab dengannya dan jika jiwa telah akrab dengan sesuati maka jiwa jarang tidak terpengaruh dengannya."
-petikan dari Taujih Ruhiyah, Pesan-pesan spiritual penjernih hati, Abdul Hamid Al-Bilali
Moga Allah sentiasa memelihara kita daripada akrab dengan dosa walaupun dosa itu hanya kecil. Sehebat-hebat ketenangan jiwa adalah bila kita kembali kepada Allah dan sentiasa berzikir kepadanya.
"ala bizikrillahi tat-mainnul qulub"
"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram"
Ar-rad,28
No comments:
Post a Comment